Pelantikan Pejabat di Nabire, Bupati Mesak Magai Tegaskan Evaluasi Kinerja dan Penataan Birokrasi

Pelantikan Pejabat Kabupaten Nabire

Nabire– Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam momentum pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pejabat administrasi, dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya agenda penting pemerintahan tersebut, sekaligus memohon maaf atas berbagai kendala teknis yang terjadi dalam proses pelantikan yang semula direncanakan sebelum bulan puasa.

“Pelantikan ini sebenarnya sudah direncanakan jauh hari, namun dalam pelaksanaannya terdapat banyak kekurangan. Ini menjadi tanggung jawab kami sebagai kepala daerah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar Bupati di aula Maranata malompo pada Kamis, (9/4/2026).

Bupati menyoroti lemahnya koordinasi dan perencanaan, khususnya pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang dinilai belum optimal dalam mempersiapkan proses pelantikan.

Ia menegaskan bahwa ke depan, evaluasi kinerja akan dilakukan secara tegas terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Menurutnya, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada kinerja aparatur di masing-masing instansi.

“Kinerja itu tidak bisa hanya dilaporkan, tetapi harus dibuktikan melalui pelayanan kepada masyarakat. Jika tidak, maka kualitas pemerintahan akan menurun,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memutuskan untuk menunda sementara pelantikan pejabat eselon III dan IV. Ia menekankan bahwa seluruh pengangkatan pejabat dilakukan secara definitif, bukan melalui penunjukan pelaksana tugas (PLT).

“Semua SK yang saya keluarkan adalah definitif, bukan PLT. Ini sudah melalui pertimbangan matang berdasarkan evaluasi kinerja,” jelasnya.

Pelantikan pejabat eselon III dan IV dijadwalkan ulang pada pekan berikutnya, setelah koordinasi lebih lanjut antara Sekretaris Daerah dan BKD.

 

Dalam arahannya, Bupati juga menyinggung konsep kepemimpinan dalam birokrasi. Ia membedakan antara pemimpin yang “pintar” dan yang “pandai”, serta menekankan bahwa kemampuan mengelola organisasi dan memecahkan masalah lebih penting.

“Pemimpin itu tidak harus pintar, tetapi harus pandai—pandai melihat persoalan, memecahkan masalah, dan menyatukan tim,” ungkapnya.

 

Bupati menegaskan posisi strategis Kabupaten Nabire sebagai pusat pelayanan di Provinsi Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan di Nabire menjadi rujukan bagi sejumlah kabupaten di wilayah pegunungan.

“Kabupaten Nabire adalah kota sentral. Banyak masyarakat dari daerah lain datang untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kita semua,” katanya.

 

Selain itu, Bupati juga mengingatkan adanya tantangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat. Ia meminta seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan koordinasi dan kedisiplinan dalam pengelolaan keuangan.

 

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang telah dilantik, serta mengingatkan agar mereka bekerja dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi dalam melayani masyarakat.

“Bagi yang sudah dilantik, saya ucapkan selamat. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh demi pelayanan kepada masyarakat,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *